Europe Language: Indonesian Travel Tips

Keliling Eropa 1 Bulan Dengan Koper Mini 7 Kg

Sering bingung dengan bawaan untuk traveling jauh dan waktu panjang? Sebagai pecinta traveling,  saya sudah beberapa kali dapat kesempatan untuk berpergian keliling Eropa, dan biasanya saya hanya membawa koper carry on yang saya niatkan carry on di dalam pesawat.

Butuh kecermatan yang pas untuk bisa menentukan barang apa saja yang mesti dibawa dalam koper kecil. Berikut adalah isi koper carry­ on yang saya bawa untuk perjalanan seminggu:

  1. Peralatan first aid make up perempuan dan body lotion (ini benda wajib yang tak boleh ketinggalan!) tapi semuanya ukuran kecil.
  2. Travel size toiletries (sampo, sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan sabun pencuci muka) yang ukuran kurang dari 100 ml biar bisa dibawa ke k Kalau yang ini kadang saya suka beli di negara yang dituju karena suka mencoba produk lokal dan mengurangi beban bagasi saya.
  3. Tank top, baju tidur, celana pendek, celana panjang, dan celana dalam (sudah pasti dipakai sehari-hari).
  4. Kaus kaki (karena saya susah tidur kalau nggak pakai kaus kaki. Lagian bisa multifungsi untuk dipakai dengan sepatu).
  5. Baju party, baju renang, dan jaket (pelengkap).
  6. Kain Bali sebagai alternatif handuk yang bisa serbaguna untuk nongkrong di pantai atau jadi selimut kalau kepepet.
  7. Kacamata hitam dan topi (penting banget pas hari sedang terik).
  8. Sandal jepit dan sepatu boots yang warnanya polos seperti hitam atau coklat, jadi bisa dicocokkan dengan berbagai baju.
  9. Laptop kecil, ponsel dan kamera—kebutuhan masa kini—dan segala macam colokannya.
  10. Powerbank, travel charger, earphone dan kabel-kabel lainnya
  11. Tas kecil yang bisa memuat ponsel, dompet, dan kamera, namun cukup kecil untuk dibawa ke party
  12. Buku jurnal untuk mencatat hal-hal unik atau pikiran saya di jalan.

Taaraaaa! Inilah berbagai barang yang saya masukkan ke dalam koper carry on untuk traveling keliling Eropa. Dengan isi koper yang sama, saya juga keliling Eropa selama 3 minggu di tahun 2017. Kebetulan saya berangkat saat Eropa sedang musim panas sehingga tidak perlu banyak membawa baju yang tebal. Kalau nggak salah, berat koper saya hanya sampai 7 kilogram.

Nah, soal batasan berat maksimal koper yang bisa masuk ke kabin untuk penerbangan domestik di kawasan Schengen itu sekitar 7 kilogram, tapi untuk penerbangan internasional bisa sampai 10 kilogram. Itu pun tergantung dari maskapai penerbangannya karena biasanya punya regulasi masing-masing.

Tapi pernah sih beberapa kali sewaktu penerbangan domestik di kawasan Schangen Eropa saya membawa koper sampai 10 kilogram dan bisa lolos. Untungnya tidak selalu berat koper carry on ini dicek.  Kadang pun kalau mau cari aman ketika muatan koper agak berlebih, saya akan pakai barang bawaan yang berat, seperti jaket, atau sepatu boots yang suka bikin penuh koper. Jadi dengan saya pakai barang-barang bulky itu otomatis isi koper saya bakal berkurang.

Nah, hal lain yang mesti diperhatikan adalah gembok. Ya, walaupun koper kita bisa masuk kabin, tapi tetap saja utamakan keamanan dan waspada. Jadi usahakan supaya kamu selalu membawa gembok kecil yang bisa digunakan untuk koper. Selain itu, gembok kecil untuk koper juga bisa berguna saat kita tiba di hostel. Karena juga bisa menjadi gembok loker. Soalnya ada beberapa hostel yang hanya menyediakan loker tapi tidak dikasih gembok.

Selain itu, lebih baik membawa koper fiber (hardcase) dibanding koper berbahan kain (softcase). Karena koper fiber bisa meminimalisir kerusakan barang yang ada di dalam dari benturan dan lebih awet dibanding koper kain. Ditambah koper kain lebih rentan mengalami pencurian karena bisa disilet. Tahu ‘kan beberapa kasus penumpang.

Koper Keliling Eropa 1 Bulan Juli 2017

Ps. Untuk lebih tahu bagaimana saya soal traveling keliling dunia (lebih dari 37 negara), bisa di baca melalui buku saya. Pesan buku saya yang akan segera terbit melalui link ini

No Comments Found

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.